Asia Africa Art & Culture Festival 2008

aacAsia Afrika Art & Culture Festival yang digelar di Gedung Merdeka oleh Dinas Kebudayan dan Pariwisata Jawa Barat pada tanggal 23-24 April diikuti oleh perwakilan dari beberapa negara yang merupakan anggota Konferensi Afia Afrika. Acara yang rencananya berlangsung dari pukul 15.00 s/d 23.00 WIB tersebut mengalami keterlambatan beberapa menit sehingga baru dimulai ketika jam menunjukkan jam 15.30 WIB.
Acara kemudian dibuka oleh MC dan diawali dengan sambutan dari perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Setelah itu, perwakilan dari Myanmar menyajikan film dokumenter yang berisikan tarian-tarian daerah dari Myanmar yang dimainkan secara atraktif oleh 11 orang wanita-wanita berbaju daerah berwarna kuning.
Setelah menikmati suguhan dari Myanmar, penonton yang saat ini masih belum terlalu banyak kemudian dihibur oleh perwakilan dari Mesir yang kali ini mendatangkan secara langsung grup musik Nile Music Singing dari Mesir. Grup musik ini terdiri dari 9 orang pria dan satu orang wanita yang menyanyikan beberapa lagu ditambah dengan atraksi dari salah satu personilnya dengan membawakan tarian daerah Mesir dengan cara berputar-putar dalam waktu yang cukup lama sehingga jubah yang digunakannya ikut naik dan berputar seperti seorang koki yang hendak membuat adonan pizza.
Selanjutnya giliran negara Jepang yang memberikan suguhan hiburan kepada penonton. Lagu dan tarian bernuansa Jepang ditampilkan di atas panggung. Tetapi sayangnya, tidak ada satu pun dari personil grup tersebut adalah orang asli Jepang, melainkan hanya orang-orang Indonesia yang tergabung dalam komunitas yang menyukai seni tradisional Jepang. Hal itu juga terjadi ketika kontingen dari Cina dan Korea Selatan menyuguhkan tarian-tarian daerah dari negara masing-masing. Tarian dan nyanyiannya memang berasal dari negara Cina dan Korea Selatan, tetapi yang membawakannya asli orang-orang Indonesia.
Pertunjukan lain yang dibawakan langsung oleh seniman daerahnya adalah pertunjukan tarian dari Negara India. Tarian yang dibawakan berkisah mengenai kehidupan dan filosofi Buddha yang merupakan karya koreografer Pooja Bhatnagat dan Janakhi Shrikanth.
Acara ini sempat terhenti tanpa ada tenggat waktu yang pasti karena ada rehat untuk menikmati snack yang disediakan panitia sehingga ada beberapa penonton yang terlihat kesal ketika menunggu acara sesi kedua dimulai karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya rehat tersebut akan berlangsung berapa lama.
Acara yang dimulai sedikit telat dari jadwal awal kemudian ditutup jauh sebelum jadwal awal yaitu pukul 23.00. Pukul 21.00 WIB acara berakhir dengan pemberian cenderama mata berupa wayang golek kepada perwakilan dari negara-negara yang ikut memeriahkan acara Asia Afrika Art & Culture Festival ini.

nansee

One Response to “Asia Africa Art & Culture Festival 2008”

  1. humm, itu ada penampakan di depan gedung yak…? :p

Leave a Reply