BIGEIKOH Kudan Project
Pertunjukan BIGEIKOH yang berlangsung selama 2 hari di Gedung Sunan Ambu STSI Bandung dipersembahkan oleh KUDAN Project dalam rangka memperingati 50 Tahun Persahabatan Indonesia-Jepang.
Pertunjukan diawali dengan suara seorang wanita (dalam bahasa Indonesia) yang memperingatkan mengenai beberapa beberapa peraturan yang harus ditaati selama pertunjukan berlangsung seperti dilarang untuk menyalakan handphone karena cahaya yang keluar dari layar handphone akan merusak settingan dari pertunjukan yang akan berlangsung, dilarang makan dan minum, dilarang berbicara dan beberapa hal lainnya.
Selanjutnya penonton langsung dibawa masuk ke dalam settingan panggung yang gelap gulita, dan hanya terdengar dialog antara dua orang pria yang ternyata sedang terjebak di dalam tambang batubara.
Cerita yang membawa penonton pada sebuah semesta parallel fiksi ilmiah dengan settingan yang berganti-ganti yakni terkadang berada di tambang, kemudian loncat dan berada di sebuah losmen, kemudian terjadi loncatan-loncatan waktu juga, sehingga terjadi pengulangan-pengulangan dialog membuat pertunjukan yang berlangsung ini tampak sangat tidak biasa dan cenderung unik. Ditambah lagi dengan penggunaan teks dengan media karton putih yang membantu penonton untuk dapat mengerti jalan cerita yang disuguhkan merupakan cara yang cerdik untuk menembus keterbatasan bahasa yang bisa menghalangi penonton mengerti mengenai isi dari cerita yang dibawakan. Penggunaan beberapa bahasa Indonesia walaupun sangat tidak fasih juga memberikan sedikit suasana segar selama pertunjukan.
Banyak sekali selipan-selipan penggunan teknologi yang mungkin sederhana buat orang Jepang serta penggunaan properti-properti sederhana tapi sangat efisien yang melengkapi setingan pertunjukan BIGEIKOH ini merupakan nilai tambah yang sangat jarang dipergunakan di dalam pertunjukan-pertunjukan panggung lain di Indonesia.
Pertunjukan yang berlangsung selama 2 jam ini mampu membuat penonton terbawa laur cerita dan tidak beranjak sedikitpun dari kursi mereka masing-masing. Walau udara di dalam ruang pertunjukan sangat dingin, hal itu tidak menghalangi siapapun untuk melahap habis pertunjukan ini sampai selesai dan ditutup oleh tepuk tangan yang sangat meriah dari penonton yang saat itu kebanyakan terdiri dari siswa SMA dan juga kalangan mahasiswa.
Secara keseluruhan, BIGEIKOH yang disutradarai oleh Amano Tengai ini bisa dikatakan memuaskan. Dan di akhir pertunjukan, kelompok KUDAN juga mengucapkan salam perpisahan karena pertunjukan yang berakhir pada pukul 16.00WIB ini merupakan pertunjukan terakhir mereka di Indonesia dan mereka berharap bisa kembali berkunjung ke Indonesia.





Leave a Reply