<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ykbi.com &#187; artikel NEW</title>
	<atom:link href="http://ykbi.com/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ykbi.com</link>
	<description>yayasan kerja sama budaya internasional</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Jul 2010 09:09:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>BIGEIKOH Kudan Project</title>
		<link>http://ykbi.com/bigeikoh-kudan-project-new/</link>
		<comments>http://ykbi.com/bigeikoh-kudan-project-new/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 06:50:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel NEW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ykbi.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[BIGEIKOH Kudan Project]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Pertunjukan BIGEIKOH yang berlangsung selama 2 hari di Gedung Sunan Ambu STSI Bandung dipersembahkan oleh KUDAN Project dalam rangka memperingati 50 Tahun Persahabatan Indonesia-Jepang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Pertunjukan diawali dengan suara seorang wanita (dalam bahasa Indonesia) yang memperingatkan mengenai beberapa beberapa peraturan yang harus ditaati selama pertunjukan berlangsung seperti dilarang untuk menyalakan handphone karena cahaya yang keluar dari layar <em>handphone</em> akan merusak settingan dari pertunjukan yang akan berlangsung, dilarang makan dan minum, dilarang berbicara dan beberapa hal lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Selanjutnya penonton langsung dibawa masuk ke dalam settingan panggung yang gelap gulita, dan hanya terdengar dialog antara dua orang pria yang ternyata sedang terjebak di dalam tambang batubara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Cerita yang membawa penonton pada sebuah semesta parallel fiksi ilmiah dengan settingan yang berganti-ganti yakni terkadang berada di tambang, kemudian loncat<span> </span>dan berada di sebuah losmen, kemudian terjadi loncatan-loncatan waktu juga, sehingga terjadi pengulangan-pengulangan dialog membuat pertunjukan yang berlangsung ini tampak sangat tidak biasa dan cenderung unik. Ditambah lagi dengan penggunaan teks dengan media karton putih yang membantu penonton untuk dapat mengerti jalan cerita yang disuguhkan merupakan cara yang cerdik untuk menembus keterbatasan bahasa yang bisa menghalangi penonton mengerti mengenai isi dari cerita yang dibawakan. Penggunaan beberapa bahasa Indonesia walaupun sangat tidak fasih juga memberikan sedikit suasana segar selama pertunjukan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Banyak sekali selipan-selipan penggunan teknologi yang mungkin sederhana buat orang Jepang serta penggunaan properti-properti sederhana tapi sangat efisien yang melengkapi setingan pertunjukan BIGEIKOH ini merupakan nilai tambah yang sangat jarang dipergunakan di dalam pertunjukan-pertunjukan panggung lain di Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Pertunjukan yang berlangsung selama 2 jam ini mampu membuat penonton terbawa laur cerita dan tidak beranjak sedikitpun dari kursi mereka masing-masing. Walau udara di dalam ruang pertunjukan sangat dingin, hal itu tidak menghalangi siapapun untuk melahap habis pertunjukan ini sampai selesai dan ditutup oleh tepuk tangan yang sangat meriah dari penonton yang saat itu kebanyakan terdiri dari siswa SMA dan juga kalangan mahasiswa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Secara keseluruhan, BIGEIKOH yang disutradarai oleh Amano Tengai ini bisa dikatakan memuaskan. Dan di akhir pertunjukan, kelompok KUDAN juga mengucapkan salam perpisahan karena pertunjukan yang berakhir pada pukul 16.00WIB ini merupakan pertunjukan terakhir mereka di Indonesia dan mereka berharap bisa kembali berkunjung ke Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ykbi.com/bigeikoh-kudan-project-new/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesenian Jepang</title>
		<link>http://ykbi.com/kesenian-jepang/</link>
		<comments>http://ykbi.com/kesenian-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 10:35:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ykbi</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel NEW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ykbi.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Kurazano FUROSHIKI (Seni Melipat Kain) Saya berdiri di depan kasir di Mitsukoshi, lalu mengeluh karena saya tidak ingin membeli tas! Sebagai pengganti, Saya membuka ransel dan menarik lipatan Furoshiki dengan rapi. Saya mengikat salah satu dari ujung kain Furoshiki. Sisa dari dua sisi, saya ikat hingga membentuk segi empat dan bunga. Saya mempunyai tas tangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: ">Kurazano FUROSHIKI (Seni Melipat Kain)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: ">Saya berdiri di depan kasir di Mitsukoshi, lalu mengeluh karena saya tidak ingin membeli tas!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: "><span> </span>Sebagai pengganti, Saya membuka ransel dan menarik lipatan Furoshiki dengan rapi. Saya mengikat salah satu dari ujung kain Furoshiki. Sisa dari dua sisi, saya ikat hingga membentuk segi empat dan bunga. Saya mempunyai tas tangan yang sederhana, tetapi tetap terlihat modis. Wanita yang berada di meja kasir bingung. Tentu saja wanita tersebut tidak bisa berkata apa-apa, tetapi terlihat dari raut wajahnya yang sangat takjub. Saat saya menggunakan tas tersebut, saya mendapatkan banyak pujian, mereka berkata, “Kamu lebih bagus daripada orang Jepang dan ternyata kamu sangat tahu dan mengerti cara menggunakan Furoshiki,”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: "><span> </span>Itulah salah satu pengalaman saya waktu itu. Perlu Anda ketahui </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: ">Furoshiki merupakan potongan kain berbentuk persegi yang digunakan untuk membungkus dan nmembawa karung. Furoshiki dapat dibuat dari kain sutra, katun, biasanya terbuat dari bahan-bahan yang didaur ulang. Mereka membuat dengan ukuran, model dan kisaran harga yang bervariasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: "><span> </span>Kain yang digunakan untuk membungkus dan membawa barang telah lama dikenal manusia. Kain ini dapat dijumpai hampir di seluruh kebudayaan di dunia. Namun sebaliknya di Eropa. Di Jepang, asal-usul Furoshiki bermula di periode kekuasaan Nara. Saat itu Furoshiki disebut dengan <em>Tsutsumi</em>, pada zaman kekuasaan Heian mereka disebut dengan <em>Koromo-zutsumi</em> dan digunakan untuk membungkus pakaian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: "><span> </span>Kemudian, di Zaman Muromachi, Shogun Yoshimitsu Ashikaga membangun tempat pemandian yang besar (Ou-yudono) dimana Daimyos dari seluruh penjuru negara datang ke sana untuk mandi. Setelah mereka melepaskan pakaian mereka, mereka membungkusnya dengan kain sutra, yang biasanya tertera simbol keluarga, ini sebagai penanda supaya pakaian milik mereka tidak tercampur dengan orang lain. Di Zaman Edo, tempat pemandian umum menjadi sangat populer di kalangan masyarakat. Walaupun mereka tidak menggunakan tas berbahan vinil serta kelengkapan lainnya seperti pendahulu mereka ,  mereka membawa sabun, handuk dan pakaian dalam sebuah kain yang disebut  <em>Furoshiki</em>.  Adapun keranjang atau kotak persegi untuk menyimpan pakaian, seperti yang kita punya sekarang, belum dijumpai pada zama Edo. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: ">Orang-orang biasanya membentangkan kain yang akan dilipatnya di lantai seperti tikar, lalu mereka melepaskan pakaiannya, melipatnya , lalu ,membungkusnya dengan rapi. Saat mereka selesai mandi, mereka melipat handuk yang basah, membereskan sabun dan kelengkapan lainnya untuk mereka bawa pulang ke rumah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: "><span> </span>Penjelasan mengenai kata <em>Furoshiki, </em>terdiri dari kata <em>Furo </em>yang artinya mandi dan <em>Shiku </em>yang artinya membentangkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: "><span> </span>Sekarang, <em>Furoshiki </em>dapat digunakan dalam kebutuhan yang berbeda, tergantung dari ukurannya. <em>Furoshiki </em><span> </span>yang kecil dapat digunakan untuk membungkus uang sebagai hadiah, tempat tisu, keranjang kecil, buku-buku, buah dan tidak lupa bekal nasi. Sedangkan <em>Furoshiki </em>yang besar dapat digunakan untuk kain pembungkus botol, semangka, kotak besar, tas belanja, taplak atau dapat juga digunakan untuk dekorasi perayaan Natal atau Tahun Baru. Saya biasa menyimpan pakaian dengan rapi di dalam koper atau tas untuk perjalanan, Saya juga biasa menggunakannya sebagai kain pembungkus komputer dan <em>printer</em> tentunya. Saya yakin, banyak cara untuk menggunakan kain ini, semuanya tergantung dari kreativitasnya masing-masing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: "><span> </span><em>Furoshiki </em>biasa didapatkan dari potongan-potongan kain kimono dari toko-toko besar (seperti Toko <em>Mitsukoshi </em>atau Toko <em>Yamakataya</em>), tapi mereka menjualnya kembali di toko kimono yang lebih kecil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: "><span> </span>Harga <em>Furoshiki </em>yang berukuran 45 cm x 48 cm berkisar mulai dari 500 Yen ke atas, <em>furoshiki </em>yang berukuran 90 cm x 93 cm mulai dari 1500 Yen dan yang berukuran 105 cm x 108 cm seharga mulai 2000 Yen ke atas. Kisaran harga tergantung dari ukuran, bahan, model dan pabrik yang memproduksi barang. Saat Anda membeli <em>furoshiki, </em>sebaiknya mengetahui bahan yang akan dibeli, apakah terbuat dari sutra sehingga dapat dicuci menggunakan uap panas atau terbuat dari bahan benang kapas (wool) sehingga harus dicuci menggunakan tangan. Saya lebih memilih bahan yang terbuat dari benang kapas, karena harga yang lebih murah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: "><span> </span>Alasan mengapa saya menyukai <em>furoshiki, furoshiki </em>sangat ringan, indah, tradisionil, dan modern sampai sekarang. Saat ini, banyak produk yang menggunakan bahan yang ramah terhadap lingkungan, sehingga tidak menggunakan tas yang terbuat dari vinil atau pun plastik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: "><span> </span>Suatu saat nanti, saat saya kembali ke rumah saya di Jerman, saya berencana untuk membeli <em>furoshiki </em>sebagai cindera mata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: ">Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak mengenai <em>Furoshiki, </em>silahkan melihat di buku karangan Chizuko Morita : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: ">&amp; <em>Furoshiki nyumon </em>(hanya ada di Jepang)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: "><span> </span>ISBN 4-391-12444-0 </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: ">&amp; <em>Tsutsunde,musunde, furoshiki ni muchu </em>(hanya ada di Jepang) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: ">ISBN 4-529-03484-4</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: ">&amp; <em>Furoshiki ni shitashimu</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="font-size: 10pt; font-family: "><span> </span></span></em><span style="font-size: 10pt; font-family: ">ISBN 4-473-01828-8</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: "><span> </span>(Saya pribadi sangat menyukai buku ini, cara menjelaskan mengenai bahan pembungkus dalam Bahasa Inggris, bacaan yang menarik meskipun tulisannya berbahasa Jepang) Atau dapat dilihat di situs kami di : <em>Furoshiki kenkyukai, </em>kelompok yang mempersembahkan <em>Furoshiki.</em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: ">Untuk saran dan kritik, silahkan mengunjungi alamat kami di :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: "><a href="http://homepage2.nifty.com/furoshiki_sg/">http://homepage2.nifty.com/furoshiki_sg/</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: ">Selamat membungkus!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: ">Annette</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: ">Furoshiki Kenkyu Kai : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: ">E-mail CXV00174@nifty.ne.jp<em> </em></span></p>
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ykbi.com/kesenian-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
